Sepak bola adalah salah satu Olahraga yang sangat diminati di Indonesia bahkan di dunia bisa dilihat antusias jika ajang Piala Dunia di gelar, Indonesia salah satu yang cukup gegap gempita menyambutnya mulai dari nonton bareng sampai ketersediaan merchandisenya bahkan bisa dijadikan ladang bisnis padahal Indonesia tidak ikut Piala Dunia itu menjadikan bukti sepakbola sangat diminati.
Lalu apa yang salah dengan uforia tersebut padahal kita tidak jadi pesertanya? tentu tidak ada yang salah. Karena salah satu sisi positifnya kita bisa menyaksikan pemain skill tinggi, tim profesional yang memang menyuguhkan permainan sampai pengelolaan secara baik.
pssi
Beberapa tahun silam Liga liga besar seperti Liga Inggris, Liga Italy, Liga Spanyol ditayangkan di televisi lokal yang membuat penggemar sepakbola tinggal pilih mau nonton liga yang disukai, bahkan bermunculan basis penggemar klub luar yang cukup besar, tapi sekarang hak siar itu sudah tidak lagi di televisi lokal dengan alasan bisnis atau rating yang Bla bla bla.. Artinya kita tidak dapat memilih tontonan sepak bola yang berkelas dengan mudah.

Untuk sekarang kita masih bisa menonton liga liga berkelas kok.. Tapi ada tapinya yaitu dengan berlangganan channel berbayar (yah jadi bayar πŸ˜€πŸ˜€) atau mencari link streamingnya. Artinya yang tidak berlangganan nonton sinetron atau debat politik aja ya? sama kok kayak sepak bola saling jual beli serangan.

Warna warni sepakbola Indonesia

Setelah lepas dari sangsi FIFA, PSSI bisa menggelar lagi kompetisi sepak bola. Oh senang akhirnya bisa nonton bola 'gratis' ditelevisi atau bisa menonton bersama di stadion πŸ˜€πŸ˜€ dan semua klub sepak bola tanah air langsung menyiapkan amunisi pemain bahkan ada yang berstatus marquee player. Menjadikan harapan besar terhadap liga ini bakal berjalan seru. Jika berbicara kerinduan akan gelaran sepak bola yang profesional membuat ekspetasi kita menjadi cukup positif, Sudah banyak stadion dengan standard yang cukup tinggi mulai dari kapasitas penonton, kualitas rumput dll. Ditambah lagi regulasi yang ditawarkan yang menuntut semua klub menjadi klub yang profesional karena dilakukan uji kelayakan untuk klub yang akan mengikuti kompetisi. Sangsi sangsi pun disiapkan mulai dari yang ringan sampai berat.

Setelah liga berjalan ternyata masih belum dapat menggantikan harapan liga yang seru, sangsi yang berat belum bisa menjadikan sebuah liga menjadi terjaga, bisa dilihat besaran sangsi yang didapat para pemain, wasit, official, pelatih bahkan supporter pun ikut ambil bagian. saya tidak mau bicara soal salah asuhan atau yang diasuh bermasalah yang pasti semua bertanggung jawab.

Kalau melihat dari kualifikasi piala dunia kemarin ternyata tim sepak bola sekelas Italy juga tidak lolos. Nah ini lumayan buat nyenengin hati.. Sekelas Italy yang diisi pemain berkelas juga tidak lolos wajar kalau Indonesia tidak lolos juga. Sepertinya cara membandingan yang sangat memaksa dan jelas memaksa gimana tidak Italy memang tidak lolos tapi mereka pernah jadi Juara Dunia tahun 2006. Jadi jangan membandingkan dengan sesatu yang gagal nanti kalau kita yang menjadi  juara gagal nowor wahid di dunia bisa repot.

Balik ke Liga 1 yang baru saja selesai memberikan banyak sekali cerita yang tidak nyaman di dengar selain ada prestasi yang luar biasa yang ditorehkan oleh Bhayangkara FC dengan menjuarai Liga 1 yang mungkin pada awal tidak sama sekali di prediksi akan menjadi kampiun atau mereka tidak sama sekali mentargetkan menjadi juara? yah itulah sepak bola, bola itu bundar.

Perang antar supporter seperti sudah menjadi wajar ketika klub mereka bertanding sampai harus salah satu supporter rela tidak boleh menonton ke stadion karena khawatir terjadi bentrok. Korban pun tidak sedikit bahkan nyawa melayang ini bisa terjadi bukan hanya didalam stadion bahkan diluar stadion. Properti stadion hancur vandalisme seolah olah menjadi ekspresi. Ternyata para suporter juga melakukan perang secara digital di dunia maya Facebook, Twitter, Instagram saling lempar hujatan pamer meme sindiran, kalau gadget ini punya nyawa mungkin sudah berdarah-darah dan sistem operasi menjadi hang karena sudah jengah menerima update kekerasan.
Selain hal yang menjadi 'wajar' tadi ada moment pilu dimana salah satu kiper legenda harus pergi menghadap Sang Pencipta yaitu Chairul Huda yang berbenturan keras pada saat pertandingan berjalan. Ini membuktikan para pemain sudah total menjalankan perannya sebagai pemain profesional dilapangan. Lalu bagaimana dengan Federasi, Penyelenggara, Official Tim,  Suporter, Sponsor, Keamanan, Penjaga loket tiket, Penjual jersey, Pedagang asongan, Tukang parkir, dan CaloπŸ˜‡πŸ˜‡

Harapan Penikmat Sepak Bola

  • Semoga gegap gempita para penikmat sepak bola bisa terus dijaga bukan hanya dijadikan komoditas bisnis musiman. 
  • Supporter benar  benar menjadi pemain ke 12 yang berperan penting untuk tim kebanggaannya, suporter harus berdamai ini tidak bisa ditawar lagi karena sepak bola adalah salah satu olahraga yang menyatukan walaupun rivalitas perlu ada untuk menjadikan perang kreatifitas bukan perang ala kaum bar bar yang melupakan hakikat sebagai manusia. Jadi tidak perlu khawatir ketika saya ingin menonton langsung pertandingan selain tim kesayangan tanpa menggunakan atribut.
  • Klub benar benar melakukan pembinaan pemain muda supaya muncul pemain profesional dan mulai dilirik klub luar negeri syukur syukur main dieropa sana.
  • Operator Liga tingkatkan lagi Law of Game nya jangan cuma ngumpulin sangsi saja, waspadai juga sebab sebab terjadinya sangsi supaya bisa diantisipasi.    
  Sebenarnya masih banyak harapan untuk sepak bola nasional supaya bisa berjaya di negeri sendiri maupun di dunia. Amin 

0 komentar:

Post a Comment